Selasa, 14 Maret 2017

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 56-57 Tentang Kepemimpinan

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 56-57 Tentang Kepemimpinan

1. Redaksi Ayat


وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ (56) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ((57


2. Makna Mufrodat

  1. Kata حزب (Khizb) berarti pengikut. Yang dimaksud adalah kelompok tertentu yang mempunyai militansi dan menyatu dalam satu wadah yang disepakati untuk membendung atau menanggulangi kesulitan. Dari sinilah kata partai terciptakan.
  2. Kata الْغَالِبُونَ (Al-Gholibun) berarti pemenang dengan pengertian meraih apa yang mereka harapkan , yakni kehidupan bahagia di dunia, keamanan dan ketentraman dalam bermasyarakat serta juga kebahagiaan di akhirat dengan meraih surga dan ridha Allah SWT.
  3. Kata هزو (Huzuw) adalah gurauan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dengan tujuan untuk melecehkan.
  4. Kata لعب (La'ib) diartikan permainan. Maksudnya adalah segala aktifitas yang dilakukan bukan pada tempatnya, atau untuk tujuan yang tidak benar.

3. Terjemah


56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. 57. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

4. Asbabun Nuzul


Abu Syaikh dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Abbas yang mengatakan, bahwa Rifa'ah bin Zaid bin Tabut dan Suwaid bin Harits telah memperlhatkan keislamannya, akan tetapi keduanya kemudian menjadi munafik. Dan tersebutlah bahwa ada seorang laki-laki dari kalangan kaum Muslimin bersahabat dengan mereka. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat Al-Maidah 57 ini.

5. Analsia Kandungan Ayat


Menurut tafsir Kementrian Agama RI, ayat 56 ini adalah sebuah jaminan dari Allah kepada kaum Muslimin yang telah menjadikan Allah, Rasul-Nya, serta orang mukmin menjadi pemimpin dan penolongnya. Allah menjamin dan menjanjikan kemenangan bagi mereka. Mereka biasa disebut dengan (Hizbullah), yaitu penganut agama Allah yang setia. Pertolongan Allah akan turun kepada mereka sehingga mereka akan mendapatkan kemenangan yang paling gemilang.

Menurut tafsir Kementrian Agama RI, pada ayat 57 Allah melarang orang-orang mukmin agar tidak memilih orang-orang kafir yang suka mengejek dan mempermainkan agama Islam untuk menjadi teman akrab, pelindung serta penolongnya baik orang kafir asli penyembah api, berhala dan sebagainya, maupun yang tidak asli seperti ahli kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nashrani.

Baca juga: Tafsir Surat Ali Imran Ayat 26 Tentang Kepemimpinan

Diantara orang kafir yang diduga melakukan pelecahan ajaran Islam adalah ahli kitab yang kebenciannya mendalam terhadap Islam. Keadaan pemimpin yang memiliki konotasi melecahkan ajaran agama adalah mereka yang melakukan kesewenangan, tiran, kuropsi, memperkaya diri, berindak dzalim dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

6. Kandungan Hikmah

  • Ajaran Islam adalah agama yang telah disempurnakan Allah, maka mustahil kalau ajaran tersebut bertentangan dengan akal dan nalar manusia yang sehat.
  • Allah juga melarang kepada kaum Muslimin supaya tidak menjadikan teman akrab, pelindung serta penolong terhadap orang-orang kafir.

Artikel Terkait

Salah satu santri TPQ Rahmatul Ihsan yang ingin berbagi pengetahuan di dunia maya.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon