Rabu, 08 Maret 2017

Pengertian dan Sebab-Sebab Turunnya Dajjal ke Bumi

Pengertian dan Sebab-Sebab Turunnya Dajjal ke Bumi

Siapa yang dimaksud sebagai Dajjal?

Kata Dajjal awalnya berasal dari kata dajala yang memiliki arti menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul 'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa hal tersebut disebut Dajjal.

1. Disebut Dajjal sebab ia adalah seorang pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan.
2. Disebut Dajjal sebab ia telah menutupi bumi dengan bilangannya yang besar.
3. Disebut Dajjal sebab ia bertujuan untuk menutupi manusia dengan kekafiran.
4. Disebut Dajjal sebab ia tersebar serta menutupi seluruh yang ada dimuka bumi.

Kata Dajjal sebenarnya digunakan untuk istilah nabi palsu. Akan tetapi istilah Dajjal merujuk pada sosok "Pembohong" atau "Penyamar" yang akan muncul sebelum kiamat tiba. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal yang merupakan terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala. Istilah tersebut konon dulunya telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran turun dibumi.

Disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal diantaranya bermakna "Kadzdzab" (pendusta), "Mumawwih" (penipu manusia). Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin dalam kitab Syarah Lum'atul I'tiqad, menjelaskan: "Dikatakan demikian sebab dialah satu-satunya manusia yang paling besar penipuannya." Selain itu Dajjal dikatakan juga bahwa ia adalah sosok laki-laki pendusta yang keluar di akhir zaman dan mengaku sebagai Tuhan."

Sebab-Sebab Turunnya Dajjal ke Bumi

Rasulullah SAW pernah bersabda sebagaimana yang hadits yang pernah diriwayatkan oleh Abu Umamah Al Bahili, yang mengatakan: “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal sungguh tidak ada nabi lagi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Tuhan kalian’, padahal kalian tidak akan bisa melihat Tuhan kalian sehingga kalian mati.” (HR. Ibnu Majjah).

Al Qodhi juga menjelaskan hadits-hadits yang disebutkan oleh Imam Muslim dan selainnya tentang kisah Dajjal memang benar sebagai hujjah bagi madzhab yang berada di atas kebenaran bahwa Dajjal adalah benar adanya.
Baca juga: 5 Peristiwa Penting Selama Rasulullah Mi'raj
Dajjal adalah sosok laki-laki yang memiliki tanda "kafir" antara kening kedua matanya. Allah mendatangkannya tak lain sebagai penguji bagi para hamba-Nya. Allah membekali Dajjal berbagai ilahiyah (ketuhanan), yaitu dapat menghidupkan orang yang sudah mati, menumbuhkan tumbuhan, menyuburkan tanah serta kebun, menjadikan api dan dua macam sungai. Setelah itu ia pun mengeluarkan berbagai macam perbendaharaan di dalam bumi, ia juga dapat menurunkan hujan dari langit dalam waktu singkat, dan tanah pun akan tumbuh tanaman. Namun hakikatnya Ini bisa dilakukannya atas kuasa dan kehendak Allah.

Kemudian Allah SWT membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa. Namun tidak ada yang bisa membunuh dan menghancurkannya dalam berbagai urusan selain Nabi Isa as. Allah pun akhirnya mengokohkan kembali hati dari para hamba-Nya. Inilah madzhab Ahlus Sunnah, keyakinan para pakar hadits, para fuqoha serta para ulama peneliti lainnya.

Dajjal adalah seorang tokoh kafir yang paling jahat, ia akan turun ke bumi menjelang hari kiamat tiba. Dajjal akan membawa berbagai macam fitnah di akhir zaman, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Sejak Allah menciptakan Nabi Adam sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal." (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan kepada umatnya untuk membaca sekaligus menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi yang bisa dijadikan perlindungan dari Dajjal, dan kalaupun bisa berlindung di dua kota yang tidak akan pernah bisa dimasuki oleh Dajjal, yakni Kota Makkah dan Madinah dimana dua kota tersebut dijaga oleh para malaikat.

Artikel Terkait

Salah satu santri TPQ Rahmatul Ihsan yang ingin berbagi pengetahuan di dunia maya.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon