Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 April 2017

Visi dan Misi Utama Organisasi Nahdlatul Ulama

Visi dan Misi Utama Organisasi Nahdlatul Ulama

Ketika Nahdlatul Ulama' hidup di dunia modern, mau tidak mau organisasi ini juga harus ikut mengembangkan diri. Guna untuk menyesuaikan perkembangan zaman saat ini, maka AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) NU juga harus ikut berkembang, paling tidak setiap lima tahun sekali.

Berdasarkan keputusan Muktamar tahun 2004 di Donohudan, Boyolali disebutkan:

Tujuan Nahdlatul Ulama' didirikan yaitu berlakunya ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah serta menurut pada salah satu dari keempat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali) untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana penjelasan diatas, maka NU hendaknya menjalankan usaha-usaha sebagai berikut:

  1. Di sektor agama, NU harus berupaya melaksanakan ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah dan menurut di salah satu madzhab dalam masyarakat.
  2. Di sektor pendidikan, kebudayaan dan pengajaran, mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Di samping itu, NU juga harus berupaya mengembangkan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam guna untuk membina umat agar menjadi Muslim yang takwa, berbudi luhur, berpengalaman luas serta berguna bagi nusa dan bangsa.
  3. Di sektor sosial, Nu setidaknya mengupayakan terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi penduduk Indonesia.
  4. Di sektor ekonomi, NU setidaknya mengupayakan terwujudnya pembangunan ekonomi untuk pemerataan kesempatan berusaha dan hasilnya lebih diutamakan kepada ekonomi kerakyatan.
  5. Mengembangkan usaha-usaha yang bersifat positif dan juga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat banyak guna terwujudnya Khaira Ummah.

VISI MISI NU

VISI Nahdlatul Ulama'


Maju dalam Presentasi Santun dalam Pekerti. Terwujudnya generasi muslim Ahlussunnah Wal Jama'ah, cerdas, berkarakter, mandiri dan berakhlaqul karimah.

MISI Nahdlatul Ulama'

  • Membentuk pribadi muslim Ahlussunnah Wal Jama'ah yang beriman dan bertaqwa.
  • Membentuk generasi yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
  • Membentuk pribadi berkarakter dan berakhlaqul karimah.
  • Mengintensifkan pembelajaran intrakurikuler dan memiliki keunggulan di bidang akademik.
  • Menggiatkan pembelajaran ekstrakurikuler dan meningkatkan prestasi nonakademik.
  • Mampu mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan potensi akademik dan nonakademik.
  • Mampu bersaing melanjutkan studi di perguruan tinggi.
  • Mampu berkiprah dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
  • Memiliki bekal kemampuan untuk terjun di dunia kerja.

Baca juga:

Jumat, 28 April 2017

Sejarah Lengkap Kelahiran Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

Sejarah Lengkap Kelahiran Berdirinya Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama' disingkat dengan NU memiliki arti kebangkitan ulama'. Sebuah organisasi yang didirikan oleh para ulama' pada tanggal 31 Januari 1926 Masehi atau 16 Rajab 1344 Hijriyah di Kota Surabaya.

Latar belakang berdirinya Nahdlatul Ulama' memang sangat berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam waktu itu. Di tahun 1924, Syarif Husein yaitu seorang Raja Hijaz (Makkah) yang berpaham Sunni ditaklukkan oleh Abdul Aziz bin Saud yang bermadzhab Wahabi.

Pasca peristiwa itu, tersebarlah berita penguasa baru yang akan melarang semua bentuk amaliah keagamaan ala kaum Sunni yang pada saat itu memang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun di Tanah Arab, dan akan menggantinya dengan model Wahabi. Pengalaman agama sistem bermadzhab, ziarah kubur, tawasul, maulid nabi dan sebagainya secepatnya akan segera dilarang.

Tidak hanya itu saja, Raja Ibnu Saud juga menginginkan supaya melebarkan daerah kekuasaannya sampai ke seluruh dunia Islam. Dengan dalil demi kejayaan Islam, ia berencana untuk meneruskan kekhilafahan Islam yang telah terputus di Turki pasca runtuhnya Daulah Usmaniyah. Untuk itu, Raja Ibnu Saud berencana menggelar Muktamar Khilafah yang ada di Kota Suci Makkah sebagai penerus Khilafah yang terputus itu.

Semua negara Islam di dunia akan diundang untuk menghadiri acara muktamar tersebut, termasuk juga Indonesia. Awalnya, utusan yang di percaya yaitu HOS Cokroaminoto (SI), K.H. Mas Mansur (Muhammadiyah) serta K.H. Abdul Wahab hasbullah (pesantren). Akan tetapi, rupanya ada sedikit permainan licik di antara kelompok yang mengusung para calon utusan Indonesia. Sebab Kiai Wahab tidak mewakili organisasi resmi, maka nama beliau kemudian dicoret dari daftar calon utusan.

Peristiwa tersebut akhirnya menyadarkan para ulama' pengasuh pesantren akan pentingnya sebuah organisasi. Sekaligus menyisakan skit hati yang mendalam, sebab tidak ada lagi yang bisa dititipi sikap keberatan akan semua rencana Raja Ibnu Saud yang bertujuan akan mengubah model beragama di Makkah. Para ulama pesantren tentu tidak terima akan kebijakan raja yang anti kebebasan bermadzhab, anti ziarah makam, anti maulid nabi dan lain sebagainya. Bahkan, sempat terdengar pula berita bahwa makam Nabi Agung Muhammad saw berencana untuk digusur.

Menurut para kiai pesantren, pembaruan adalah suatu keharusan. K.H. Hasyim Asy'ari juga tidak mempersoalkan dan bisa menerima gagasan para kaum modernis supaya menghimbau umat Islam kembali pada ajaran yang 'murni'. Namun, Kiai Hasyim tidak bisa menerima jika pemikiran mereka meminta umat Islam melepaskan diri dari sistem bermadzhab.

Di samping itu, sebab ide pembaruan yang dilakukan dengan cara melecehkan, merendahkan serta membodoh-bodohkan, maka para ulama' pesantren kemudian menolaknya. Menurut mereka, pembaruan akan tetap dibutuhkan, namun tidak dengan khazanah keilmuan yang sudah ada dan masih bersangkutan. Karena kondisi itulah maka Jam'iyah Nahdlatul Ulama' didirikan.

Pendiri resmi Jam'iyah Nahdlatul Ulama' sendiri tak lain adalah Hadratus Syeikh K.H.M. Hasyim Asy'ari, satu-satunya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Sedangkan yang bertindak sebagai arsitek sekaligus motor penggerak yaitu K.H. Abdul Wahab Hasbullah, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. kiai Wahab ini adalah salah satu santri utama Kiai Hasyim. Ia sangat lincah dalam melakukan segala hal, energik, banyak akal ditambah ia sangat mahir dalam ilmu seni bela diri (pencak silat).

Susunan Pengurus PBNU Generasi Pertama Tahun 1926:


Syuriah


Rais Akbar : K.H. Hasyim Asy'ari dari Jombang
Wakil Rais Akbar : K.H. Dahlan Ahyad dari Kebondalem, Surabaya
Katib Awal : K.H. Abdul Wahab Hasbullah dari Jombang
Katib Tsani : K.H. Abdul Claim dari Cirebon
A'wan : [1] K.H. Mas Alwi Abdul Aziz (Surabaya) [2] K.H. Ridwan Abdullah (Surabaya) [3] K.H. Said (Surabaya) [4] K.H. Bisri Syamsuri (Jombang) [5] K.H. Abdullah Ubaid (Surabaya) [6] K.H. Nahrowi (Malang) [7] K.H. Amin (Surabaya) [8] K.H. Maskuri (Lasem) [9] K.H. Nahrowi (Surabaya)
Mustasyar : [1] K.H. R. Asnawi (Kudus) [2] K.H. Ridwan (Semarang) [3] K.H. Mas Nawawi, Sidogiri (Pasuruan) [4] K.H. Doro Muntoho (Bangkalan) [5] Syeikh Ahmad Ghonaim al-Misri (Mesir) [6] K.H. R. Hambali (Kudus)

Tanfidziyah


Ketua : H. Hasan Gipo dari Surabaya
Penulis : M. Sidiq Sugeng Judodiwirjo dari Pemalang
Bendahara : H. Burhan dari Gresik
Pembantu : [1] H. Soleh Jamil (Surabaya) [2] H. Ichsan (Surabaya) [3] H. Dja'far Alwan (Surabaya) [4] H. Usman (Surabaya) [5] H. Ahzab (Surabaya) [6] H. Nawawi (Surabaya) [7] H. Dahlan (Surabaya) [8] H. Mangun (Surabaya)

Didirikannya organisasi Nahldatul Ulama' ini bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan serta mengamalkan ajaran agama Islam yang berpaham Ahlussunnah Waljamaah dengan menganut salah satu dari empat Imam Besar (Hambali, Syafi'i, Maliki dan Hanafi).

Bahkan dalam Anggaran Dasar pertama yang dibentuk pada tahun 1927 dinyatakan bahwa organisasi tersebut bertujuan untuk merapatkan kesetiaan kaum muslimin pada salah satu dari empat madzhab. Adapun kegiatan yang dilakukan pada masa itu antara lain:
  1. Memperluas jumlah madrasah dan memperbaiki organisasinya.
  2. Penyebaran ajaran Islam yang sesuai berdasarkan empat madzhab.
  3. Memperkuat persatuan ulama yang masih setia kepada madzhab.
  4. Membantu pembangunan masjid, musholla dan pondok pesantren.Memberikan bimbingan tentang jenis-jenis kitab yang diajarkan pada lembaga-lembaga pendidikan.
  5. Membantu anak-anak yatim piatu dan fakir miskin.

Dalam Pasal 3 Statuten Perkumpulan NU tahun 1933 disebutkan:


Mengadakan suatu hubungan antara ulama-ulama yang bermadzhab, memeriksa seluruh kitab-kitab apakah itu berasal dari kitab Ahlussunnah Waljamaah atau malah dari kitab-kitab ahli bid'ah, menyebarkan agama Islam dengan cara yang baik dan tidak merugikan orang lain, berikhtiar agar bisa memperbanyak madrasah, masjid, surau serta pondok pesantren, begitu juga dengan hal ikhwalnya anak yatim dan juga orang-orang fakir miskin, serta mendirikan badan-badan agar dapat memajukan pertanian, perniagaan yang halal dan tidak melanggar syara' agama.

Baca juga:

Daftar Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama (NU)

Daftar Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama atau di singkat NU memang berkaitan erat dengan perkembangan era pemikiran keagamaan dan juga dunia politik. Untuk itu, dalam menjalankan programnya, NU memiliki 3 daftar perangkat organisasi agar menjadikannya kokoh. Organisasi tersebut meliputi:

1. BANOM NU


Banom atau Badan Otonom adalah suatu perangkat organisasi yang dibangun untuk melaksanakan kebijakan berkaitan dengan kelompok masyarakat maupun beranggotakan perorangan.

NU sendiri memiliki 10 Banom, antara lain adalah:
  1. Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh atau di singkat JHQ
    Yakni organisasi yang melaksanakan kebijakan pada kelompok qari’ atau qari’ah (orang yang membaca tilawah Al-Quran) dan hafizh atau hafizhah (orang yang menghafal Al-Quran).
  2. Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah atau di singkat menjadi JATMN
    Yakni organisasi yang membantu untuk melaksanakan kebijakan pada pengikut thariqot yang diakui (mu’tabar) di lingkungan NU, sekaligus membina serta mengembangkan seni hadrah.
  3. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di singkat IPNU
    Yaitu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada pelajar, mahasiswa, dan juga santri khusus laki-laki. Organisasi ini menaungi Corp Brigade Pembangunan (CBP), semacam satgas khususnya.
  4. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di singkat IPPNU
    Yaitu suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada pelajar, mahsiswa, dan juga santri khusus putri/perempuan. Organisasi ini menaungi Kelompok Kepanduan Putri (KKP) sebagai salah satu bidang garapnya.
  5. Gerakan Pemuda Ansor atau di singkat GP Ansor
    Yaitu suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada anggota pemuda NU. Organisasi ini menaungi Barisan Ansor Serbaguna atau disebut Banser yang menjadi salah satu unit di bidangnya.
  6. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia di singkat menjadi Sarbumusi
    Yaitu suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan di bidang kesejahteraan serta pengembangan ketenagakerjaan.
  7. Fatayat
    Yaitu suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada anggota perempuan muda NU.
  8. Muslimat
    Adalah suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada anggota perempuan NU.
  9. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau di sebut juga ISNU
    Adalah suatu organisasi yang membantu melaksanakan kebijakan pada kelompok sarjana dan kaum intelektual.
  10. Pagar Nusa atau PN
    Merupakan suatu organisasi yang melaksanakan kebijakan pada pengembangan seni bela diri berdasarkan alur Nahdlatul Ulama.

2. LAJNAH NU


Lajnah merupakan perangkat organisasi untuk melaksanakan suatu program yang memerlukan penanganan khusus.

NU sendiri memiliki 2 lajnah, antara lain adalah:
  1. Lajnah Falakiyah
    Perangkat ini memiliki tugas untuk mengurus terkait masalah hisab dan rukyah serta pengembangan ilmu falaq.
  2. Lajnah Ta'lif Wan Nasyr atau disebut juga LTN
    Perangkat ini memiliki tugas untuk mengembangkan penulisan, terjemah, penerbitan buku/kitab dan juga media informasi berfaham Ahlussunnah Waljamaah.

3. LEMBAGA NU


Lembaga NU merupakan suatu perangkat departementasi organisasi yang bertujuan sebagai pelaksana kebijakan terkait dengan suatu bidang tertentu. NU sendiri memiliki 14 lembaga, antara lain adalah:
  1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU
    Yaitu lembaga yang bertugas untuk melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan dakwah agama Islam berfaham Ahlussunnah Waljamaah.
  2. Lembaga Pendidikan Ma’arif atau disebut dengan LP Ma’arif NU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan dan juga pengajaran formal.
  3. Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah atau di singkat RMI
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan pondok pesantren.
  4. Lembaga Perekonomian NU atau di singkat LPNU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi warga
  5. Lembaga Pengembangan Pertanian NU di singkat LP2NU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidangan pengembangan pertanian, lingkungan hidup dan eksplorasi kelautan.
  6. Lembaga Kemaslahatan Keluarga di singkat LKKNU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang kesejahteraan sosial, keluarga, serta kependudukan.
  7. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia di singkat menjadi Lakpesdam
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pengkajian dan pengembangan sumberdaya manusia.
  8. Lembaga Penyuluhan dan Pemberian Bantuan Hukum di singkat LPBHNU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan penyuluhan dan pemberian bantuan hukum.
  9. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia atau di singkat Lesbumi
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan seni dan budaya.
  10. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah di singkat LAZISNU
    Lembaga yang bertugas untuk menghimpun, mengelola, serta menyalurkan infaq, zakat maupun shadaqah.
  11. Lembaga Waqaf dan Pertanahan di singkat LWPNU
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas untuk mengurus, mengelola dan juga mengembangkan tanah dan bangunan, sekaligus benda wakaf lainnya milik NU.
  12. Lembaga Bahtsul Masail atau di singkat LBM-NU
    Lembaga yang membahas dan memecahkan masalah yang tematik (maudlu’iyah) dan aktual (waqi’iyah ) yang memerlukan kepastian hukum.
  13. Lembaga Ta’miri Masjid Indonesia di singkat LTMI
    Yaitu sebuah lembaga yang bertugas untuk melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid.
  14. Lembaga Pelayanan Kesehatan di singkat LPKNU
    Merupakan suatu lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan.

Jumat, 30 September 2016

Garis-Garis Besar Pemikiran Nahdlatul Ulama (NU)

Garis-Garis Besar Pemikiran Nahdlatul Ulama (NU)

Garis-Garis Besar Pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) - Nahdlatul Ulama atau NU mendasarkan paham keagamaannya pada 4 sumber, yaitu Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma' (kesepakatan para sahabat dan ulama) dan Qiyas (analogi).

Dalam menafsirkan dan memahami arti Islam dari sumber diatas, NU mengikuti paham Ahlussunnah Waljamaah dan menggunakan madzab atau jalan pendekatan berdasarkan 3 bidang, antara lain:
  1. Bidang fiqih, NU mengikuti paham Ahlussunnah Waljamaah yang dipelopori oleh Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah an-Nu`man, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Muhammad bin Idris as-Syafi`i.
  2. Bidang aqidah, NU mengikuti paham Ahlussunah Waljamaah yang dipelopori oleh Imam Abu Mansur al-Maturidi dan Imam Abul Hasan al-Asy`ari.
  3. Sedangkan dalam bidang tasawuf, NU mengikuti madzab Imam al-Ghozali, Imam Junaid al-Baghdadi serta imam-imam lain.
NU mengikuti pendirian, bahwa Islam adalah agama fitri yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki manusia. Paham keagamaan yang dianut oleh NU bersifat menyempurnakan nilai-nilai baik yang sudah ada dan menjadi miliki serta ciri-ciri kelompok manusia seperti suku maupun bangsa dan tidak bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut.