Sabtu, 29 April 2017

Tafsir Surat Thaha Ayat 132 Tentang Tanggung Jawab Manusia Terhadap Orang Lain

Tafsir Surat Thaha Ayat 132 Tentang Tanggung Jawab Manusia Terhadap Orang Lain

1. Redaksi Ayat


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

2. Makna Mufrodat


  1. Kata أَهْلَكَ atau ahlaka, keluargamu dapat mencakup sampai keluarga besar Rasulullah Muhammad SAW termasuk juga para istri dan anak cucu Beliau. Bahkan beberapa Ulama' ada yang memperluasnya sampai mencakup seluruh umat Beliau.
  2. Kata رزق pada awalnya, menurut pakar oleh bahasa Arab, Ibn Faris memiliki arti pemberian untuk waktu tertentu. Akan tetapi, arti asal ini berkembang menjadi rizki yang bisa diartikan sebagai pangan, pemenuhan kebutuhan, gaji, hujan dan lain sebagainya, bahkan sampai luas dan berkembangnya pengertian anugerah kenabian pun juga dinamai sebagai rizki.

3. Terjemah


132. dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, kamilah yang memberi rizki kepadamu, dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakqwa.

4. Analisa Kandungan


Menurut tafsir Kementrian Agama RI, yang menjadi amanah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah beliau diminta untuk mendirikan shalat kepada keluarganya sebagaimana telah diperintahkan kepada beliau sendiri dan tentu saja hal tersebut harus di barengi perintah yang kedua yaitu perintah agar tidak terpengaruh terhadap kenikmatan duniawi.

Demikian amanat Allah SWT kepada Rasul-Nya agar beliau mendapatkan bekal untuk menghadapi berbagai macam ujian di dunia, yang patut menjadi contoh tauladan bagi setiap orang Mukmin yang beriman kepada-Nya. Mereka harus menjalin hubungan baik dengan Sang Pencipta terlebih dahulu yaitu dengan mengerjakan perintah shalat 5 waktu dan memperkokoh batinnya melalui sifat sabar dan tabah.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita patut untuk lebih menekankan dan meneladani sifat sabar dan tabah yang dimiliki oleh Rasulullah SAW dan juga perintah mengerjakan shalat pada lingkup keluarga. Bahkan hal ini pernah diterangkan oleh Rasulullah SAW untuk mendisiplinkan anak-anak di usia 7 tahun untuk mengerjakan shalat. Dan jika telah mencapai usia 10 tahun tidak mengerjakan, maka wajib diberi hukuman dengan memukulnya (tidak terlalu sakit).

5. Kandungan Hikmah


  • Allah SWT memerintahkan kita untuk waspada terhadap diri sendiri dan keluarga tentang ancaman api neraka yang bahan bakarnya berupa manusia dan batu amat panas.
  • Cara paling efektif agar terhindar dari siksa api neraka adalah membentengi keluarga dengan melaksanakan shalat sebagai ritual tertinggi.
  • Menyuruh anak-anak untuk mengerjakan shalat di umur 7 tahun, apabila sudah mencapai umur 10 tahun, kita wajib memukulnya.

Baca juga:

Artikel Terkait

Salah satu santri TPQ Rahmatul Ihsan yang ingin berbagi pengetahuan di dunia maya.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon